Senin, 26 Desember 2011

PERKENBANGAN BAHASA INDONESIA PADA ZAMAN JEPANG


PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA PADA ZAMAN JEPANG



Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai sejak tahun 1942 dan berakhir pada tahun 1945. Secara politis kedatangan Jepang ke Indonesia sangat merugikan bangsa Indonesia karena menimblkan malapetaka dan penderitaan hebat. Akan tetapi, dalam perkembangan bahasa Indonesia kedatangan bangsa Jepang memiliki pengaruh yang besar.
Sejak pemerintahan Jepang berkuasa di Indonesia, pemakaian bahasa Belanda dilarang. Bahasa Jepang tidak dapat menggantikan kedudukan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar dan bahasa administrasipemerintahan, maka pemerintah Jepang mewajibkan pemakaian Bahasa Indonesia sebagai pengganti bahasa Belanda. Larangan itu sangat menguntungkan pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia.
Semua lapisan masyarakat, termasuk golongan elite yang selalu berbahasa Belanda harus menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi ataupun dalam percakapan sehari-hari meskipun pada mulanya keharusan tersebut dirasa berat.
Keuntungan lain yang mempengaruhi perkembangan Bahasa Indonesia pada zaman Jepang adalah didirikannya Keimin Bunka Shidosho atau Kantor Pusat Kebudayaan Jepang, pada tanggal 1 April 1943. Melalui kantor ini, para sastrawan berhasil mengelabui Jepang. Beberapa karya sastra kita berhasil lolos dari sensor pemerintah Jepang. Karya yang terbit pada masa itu antara lain:
a.       Tinjaulah Dunia Sana, karya Maria Amin
b.      Taufan di Atas Asia, karya Abu Hanifah
c.       Radio Masyarakat, karya Rosihan Anwar
Karya-karya di atas menggunakan Bahasa Indonesia dengan Ejaan Van Ophuysen.